TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Perekonomian Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat pertumbuhan positif sebesar 5,79 persen pada Triwulan III-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut terutama ditopang oleh sektor industri pengolahan yang mengalami pertumbuhan cukup tinggi.
Capaian itu terungkap dalam rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sultra mengenai sejumlah indikator strategis, meliputi pertumbuhan ekonomi Triwulan III-2026, kondisi ketenagakerjaan Agustus 2026, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2026.
Kepala BPS Provinsi Sultra, Hadi Susanto memaparkan perkembangan ketiga indikator tersebut dalam konferensi pers di Kantor BPS Sultra, Kamis (5/11/2026). Data yang disampaikan memberikan gambaran mengenai perkembangan ekonomi, dinamika pasar kerja, hingga capaian pembangunan manusia di daerah.
Berdasarkan perhitungan BPS, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sultra atas dasar harga berlaku pada Triwulan III-2026 mencapai Rp57,63 triliun. Sementara itu, berdasarkan harga konstan 2010, nilainya tercatat sebesar Rp32,17 triliun.
“Dari sisi produksi, industri pengolahan menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi secara tahunan, yakni mencapai 15,89 persen,” ungkap Hadi.
Adapun dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa mencatat peningkatan paling besar dengan pertumbuhan 22,27 persen dibandingkan Triwulan III-2025.
Jika dibandingkan dengan Triwulan II-2026, ekonomi Sultra juga mengalami peningkatan sebesar 3,02 persen. Pertumbuhan secara triwulanan ini terutama didorong lapangan usaha konstruksi yang melonjak 18,97 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 11,52 persen. Capaian tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas investasi dalam pembentukan modal di Sultra.
Secara kumulatif sepanjang Januari hingga September 2026, ekonomi Sultra tumbuh 6,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi berasal dari sektor penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 15,25 persen.
Pada periode kumulatif tersebut, PMTB kembali menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi dari sisi pengeluaran, yakni sebesar 13,61 persen. Meski industri pengolahan mencatat pertumbuhan tahunan tertinggi, struktur perekonomian Sultra masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Lapangan usaha ini memberikan kontribusi sebesar 22,34 persen terhadap total perekonomian daerah.
Adapun dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa menjadi komponen dengan sumbangan terbesar terhadap PDRB Sultra, mencapai 47,81 persen. Data pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan perekonomian Sultra sepanjang 2026.
Laporan: Ismu
