TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Peluang lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk menembus pasar kerja internasional mulai dipersiapkan sejak bangku sekolah.
Salah satunya dilakukan SMKN 2 Kendari dengan mengikutsertakan 21 siswa dalam program pelatihan bahasa dan budaya Jepang.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mendukung program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sumangerukka (ASR) untuk memperluas kesempatan kerja lulusan SMK, termasuk membuka akses ke dunia kerja luar negeri.
Kepala SMKN 2 Kendari, Ahmad Mustapa mengatakan, puluhan siswa tersebut telah mengikuti pelatihan sejak Juli 2026. Program direncanakan berlangsung selama sekitar tiga bulan, dengan materi utama berupa bahasa Jepang dan pengenalan budaya Jepang.
“Anak-anak kami sudah terlibat mengikuti kegiatan pelatihan bahasa Jepang sekaligus budaya Jepang. Ini sudah berjalan lebih dari satu bulan dan direncanakan berlangsung selama tiga bulan,” ujarnya.
Sebanyak 21 siswa itu bukan peserta yang dipilih secara acak. Mereka merupakan hasil seleksi internal sekolah dengan mempertimbangkan sejumlah persyaratan, mulai dari prestasi, kemampuan, kondisi fisik dan kesehatan, hingga kemauan siswa serta persetujuan orang tua.
Peserta berasal dari sejumlah kompetensi keahlian yang dinilai memiliki peluang untuk terserap di dunia industri. Di antaranya bidang konstruksi dan bangunan, Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), Teknik Pemesinan, Teknik Sepeda Motor, serta Teknik Ketenagalistrikan.
Dari total peserta program yang mencapai sekitar 60 siswa, SMKN 2 Kendari mendapatkan porsi cukup besar dengan mengirimkan 21 siswa. Jumlah tersebut merupakan hasil penyaringan berdasarkan standar yang telah ditetapkan dalam program.
Meski telah mengikuti pelatihan bahasa dan budaya Jepang, para siswa belum otomatis berangkat atau langsung bekerja di Jepang. Setelah menyelesaikan pelatihan, mereka masih harus mengikuti tahapan seleksi lanjutan yang dilakukan oleh pihak terkait maupun perusahaan dari luar negeri.
“Jika dinyatakan lolos dalam proses tersebut, para siswa baru berpeluang ditempatkan di dunia kerja sesuai kompetensi masing-masing,” ujar Ahmad.
Sekolah menargetkan pembekalan itu menjadi modal penting bagi para siswa yang saat ini duduk di kelas XI. Dengan mengikuti pelatihan sejak dini, mereka diharapkan sudah memiliki kemampuan tambahan ketika menyelesaikan pendidikan dan memasuki tahapan rekrutmen kerja.
Program tersebut juga menjadi langkah SMKN 2 Kendari menyikapi kebutuhan dunia kerja yang semakin terbuka, termasuk peluang kerja internasional. Sekolah berharap lulusan tidak hanya mencari pekerjaan di daerah, tetapi juga memiliki kompetensi untuk bersaing di tingkat nasional maupun global.(*)
Laporan: Ismu
