TOLANOSULTRA.COM, KOLAKA – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR) mengajak Partai Golkar bersama seluruh kekuatan politik di daerah memperkuat kolaborasi dalam mengawal pembangunan. Menurutnya, perbedaan pilihan dan warna politik tidak boleh menjadi penghalang untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan ASR saat menghadiri pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Sultra serta pengurus DPD Partai Golkar kabupaten dan kota periode 2025–2030 di Kolaka pada Minggu (1/11/2026).
Menurut ASR, partai politik memiliki peran strategis dalam kehidupan demokrasi. Selain menjadi wadah penyaluran aspirasi masyarakat, partai politik juga berperan memberikan pendidikan politik serta mendorong lahirnya gagasan dan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan publik.
Pada kesempatan itu, ASR turut memaparkan arah pembangunan Sultra yang difokuskan pada sejumlah sektor prioritas, yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta ketahanan pangan berbasis agro-maritim.
“Upaya mewujudkan masyarakat yang maju, aman, dan sejahtera membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat, termasuk kontribusi partai politik,” ungkapnya.
Gubernur ASR juga menegaskan bahwa Pemprov Sultra terbuka terhadap kritik dan masukan. Baginya, kritik merupakan bagian dari proses demokrasi sekaligus bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja pemerintahan.
Karena itu, ia berharap perbedaan pandangan politik dapat disikapi secara bijaksana dan diarahkan menjadi ruang untuk menyampaikan gagasan konstruktif.
Kata ASR, perbedaan partai semestinya tidak menghalangi seluruh elemen untuk berjalan bersama mencapai tujuan pembangunan.
Ia pun mengajak jajaran Golkar dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat kebersamaan serta membangun sinergi yang produktif.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memastikan setiap kebijakan dan program pemerintah terlaksana secara nyata, berkelanjutan, dan memberi manfaat bagi masyarakat.
ASR menekankan, kemajuan daerah tidak cukup hanya mengandalkan keputusan politik maupun perencanaan pemerintah. Diperlukan komitmen dan kerja nyata seluruh elemen agar pembangunan Sultra dapat berjalan sesuai harapan masyarakat.
Laporan: Ismu
