TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Sebanyak 250 personel Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) mengikuti pembekalan pencegahan radikalisme untuk memperkuat wawasan kebangsaan, menjaga integritas, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran paham intoleransi, ekstremisme, dan terorisme.
Kegiatan yang digelar Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Sultra tersebut berlangsung di Aula Dharma Chakti Raharja (Dachara) Polda Sultra, Kamis (15/10/2026). Pembekalan itu menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan ideologi di lingkungan Pegawai Negeri pada Polri (PNPP).
Kegiatan dibuka oleh Karo SDM Polda Sultra, Kombes Pol Slamet Ramelan. Dalam pelaksanaannya, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan dan menjadikan ideologi negara sebagai landasan dalam menjalankan tugas kepolisian.
Ketua panitia yang juga PS Kabagwatpers Biro SDM Polda Sultra Kompol Adeng Supriatna menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan memperkuat komitmen personel terhadap Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Penguatan itu juga mencakup pengamalan Tribrata dan Catur Prasetya sebagai pedoman moral dan profesionalisme anggota Polri,” ungkapnya.
Dari total 250 peserta, sebanyak 18 orang merupakan perwira, 206 bintara, 13 tamtama, dan 13 PNS Polri. Mereka mengikuti pemaparan materi dari sejumlah narasumber lintas instansi dan unsur keagamaan.
Narasumber yang hadir meliputi Kasatgaswil Sultra Densus 88 AT Polri Kombes Pol Mas Jaya, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sultra Andrian, serta perwakilan Ditintelkam dan Bidpropam Polda Sultra. Kegiatan tersebut juga menghadirkan tokoh agama, Ustaz Dr. H. Danial Idrus.
Materi pembekalan mencakup wawasan kebangsaan, moderasi beragama, toleransi, serta pemahaman agama yang mendorong kehidupan harmonis di tengah keberagaman.
Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme, termasuk pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas.
Selain memperkuat pemahaman ideologi, pembekalan ini mendorong personel meningkatkan kemampuan mengenali potensi penyebaran paham radikal sejak dini. Kewaspadaan tersebut diperlukan di lingkungan kedinasan, keluarga, dan masyarakat, termasuk dalam menyikapi informasi serta konten yang beredar di ruang digital.
Melalui kegiatan itu, Polda Sultra berharap seluruh personel PNPP semakin memiliki ketahanan mental dan spiritual, serta mampu bersikap bijak dalam menghadapi perbedaan. Personel juga diharapkan menjadi teladan dalam menjaga toleransi, memperkuat persatuan, dan mencegah berkembangnya paham yang bertentangan dengan ideologi negara.
Penguatan wawasan kebangsaan tersebut menjadi salah satu upaya Polda Sultra dalam menjaga soliditas internal sekaligus mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, damai, dan kondusif di Sultra.
Laporan: Ismu
