TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Transformasi digital menjadi salah satu kunci bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan efisiensi bisnis.
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR) menilai digitalisasi bukan lagi pilihan tambahan bagi UMKM, tetapi telah menjadi kebutuhan di tengah perubahan perilaku konsumen dan perkembangan teknologi.
“Di tengah perkembangan teknologi, digitalisasi menjadi kebutuhan bagi pelaku UMKM untuk memperluas pemasaran, meningkatkan efisiensi usaha, sekaligus memberikan kemudahan transaksi kepada konsumen. Karena itu, kami mengapresiasi Bank Indonesia yang terus mendorong implementasi QRIS di Sultra,” ucap gubernur dalam opening ceremony Sultra Maimo di the park mall Kendari pada Jumat (7/8/2026).
Salah satu bentuk transformasi tersebut terlihat dari semakin luasnya penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Sultra. Bank Indonesia (BI) terus mendorong pelaku usaha memanfaatkan sistem pembayaran digital untuk memberikan kemudahan transaksi sekaligus memperluas jangkauan konsumen.
Hingga triwulan II 2026, jumlah pengguna QRIS di Sultra telah mencapai sekitar 350 ribu pengguna. Angka tersebut tumbuh 23,20 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Pertumbuhan juga terjadi pada sisi merchant. Jumlah pelaku usaha yang telah menggunakan QRIS tercatat lebih dari 267 ribu merchant, meningkat 28,49 persen secara tahunan.
Dari sisi aktivitas transaksi, penggunaan QRIS di Sultra telah menghasilkan volume sekitar 5,23 juta transaksi hingga periode yang sama.
Perkembangan tersebut menunjukkan semakin kuatnya penerimaan pembayaran digital di kalangan masyarakat dan pelaku usaha.
Bagi UMKM, QRIS memberikan alternatif pembayaran yang praktis sekaligus membantu menciptakan transaksi yang lebih cepat dan efisien.
Kepala Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi menempatkan digitalisasi pembayaran sebagai salah satu bagian penting dalam membangun ekosistem UMKM yang saling terhubung dari sisi produksi hingga pemasaran.
Penguatan digitalisasi juga akan dilanjutkan melalui Pekan QRIS Nasional (PQN) yang digelar Bank Indonesia pada Agustus 2026. Kegiatan tersebut akan diisi dengan edukasi, sosialisasi, dan pengenalan penggunaan QRIS kepada masyarakat serta pelaku UMKM.
Melalui agenda tersebut, BI berharap semakin banyak masyarakat dan pelaku usaha memahami manfaat transaksi digital yang aman, mudah, dan efisien, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Sultra.(*)
Laporan: Ismu
