Hotel Tahun 1990-an di Kendari Disulap Jadi Masjid

Hotel di Kendari
Hotel Aden yang berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Kadia itu resmi beralih fungsi menjadi masjid dan pusat kegiatan sosial sejak diwakafkan pada Oktober 2022.

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Sebuah bangunan yang pernah berjaya pada era 1990-an di Kendari kini menjelma menjadi rumah ibadah yang ramai aktivitas. Hotel Aden yang berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Kadia itu resmi beralih fungsi menjadi masjid dan pusat kegiatan sosial sejak diwakafkan pada Oktober 2022.

Sebelum berubah wajah, bangunan tiga lantai tersebut sempat kosong selama delapan tahun. Tak ada lagi tamu yang datang dan pergi. Lift berhenti beroperasi, kamar-kamar dibiarkan tak terurus, dan halaman dipenuhi semak. Warga sekitar bahkan menganggapnya sebagai bangunan angker karena lama tak berpenghuni.

Titik balik terjadi ketika keluarga almarhum Haji Husen memutuskan mewakafkan aset itu. Putra sulungnya, Najib Husen, memilih agar hotel keluarga tidak sekadar menjadi warisan, tetapi memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Pengelolaan kemudian dipercayakan kepada Yayasan An Nur Kendari.

Baca Juga :  Kemenhub Beri 6.770 Tiket Gratis Mudik Kendari-Raha-Baubau, Ini Cara Daftarnya

Ketua yayasan, Dani Sofyan, mengaku sempat kebingungan saat pertama kali melihat kondisi bangunan. Hampir seluruh bagian harus dibongkar dan ditata ulang agar layak menjadi masjid. Lift dilepas, sekat kamar dirombak, dan tata ruang diubah total menyesuaikan kebutuhan ruang salat.

“Proses renovasi dilakukan tanpa dukungan investor besar maupun bantuan pemerintah,” ungkapnya.

Hingga kini, dana sekitar Rp2 miliar telah terserap, seluruhnya berasal dari donasi masyarakat. Pengurus memanfaatkan media sosial untuk mengabarkan progres pembangunan.

Kata Dani, respons publik cukup besar, bahkan ratusan warga hadir saat pembongkaran awal dilakukan. Salat Jumat perdana digelar menjelang Ramadan 2023 di lantai tiga dengan fasilitas seadanya.

Baca Juga :  Kemenhub Beri 6.770 Tiket Gratis Mudik Kendari-Raha-Baubau, Ini Cara Daftarnya

Meski belum sepenuhnya rampung, jamaah memadati ruangan hingga penuh. Sejak saat itu, aktivitas ibadah rutin digelar dan terus berkembang. Memasuki Ramadan 2026, masjid tersebut telah empat tahun aktif digunakan.

Kini, Masjid An Nur tak hanya difungsikan untuk salat lima waktu dan salat Jumat. Beragam kegiatan keagamaan dan sosial digelar, mulai dari kajian rutin, pembelajaran Al-Qur’an, hingga buka puasa bersama selama Ramadan.

Pada sepuluh malam terakhir bulan suci, pengurus membatasi peserta i’tikaf maksimal 300 orang karena kebutuhan konsumsi sahur yang cukup besar.

Dapur besar yang dahulu melayani tamu hotel kini difungsikan sebagai dapur umum masjid. Para pengurus dan relawan menyiapkan makanan untuk jamaah secara gotong royong.

Baca Juga :  Kemenhub Beri 6.770 Tiket Gratis Mudik Kendari-Raha-Baubau, Ini Cara Daftarnya

Selain menjadi tempat ibadah, masjid itu juga aktif dalam kegiatan sosial. Setiap bulan, bantuan beras dibagikan kepada warga kurang mampu.

Zakat yang terkumpul dilaporkan mencapai sekitar 8 ton per tahun dan disalurkan kepada masyarakat sekitar, pondok pesantren, serta anak yatim. Saat Idul Adha, penyembelihan hewan kurban dibatasi hingga 20 sapi dan 30 kambing setiap tahun.

Bangunan yang dulunya sunyi dan terbengkalai itu kini menjadi pusat aktivitas spiritual dan sosial masyarakat. Perubahan fungsi tersebut menjadi contoh bagaimana aset lama dapat dihidupkan kembali melalui skema wakaf dan partisipasi warga.

Penulis: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *