Siswa SMAN 1 Kendari Menembus Batas, Jadi Wakil Tunggal SMA Negeri Sultra di OMI Nasional

Muh. Ridho Ramadhan

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Muh. Ridho Ramadhan, siswa kelas XII A1 SMAN 1 Kendari, berhasil menorehkan prestasi dengan menembus Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat nasional 2026. Ia menjadi satu-satunya peserta dari SMA negeri yang terpilih mewakili Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam ajang tersebut.

Pencapaian Ridho terbilang istimewa. Sebab, kompetisi yang berada di bawah naungan Kementerian Agama itu diikuti peserta dari berbagai latar belakang sekolah, termasuk madrasah aliyah yang memiliki pembelajaran khusus di bidang keagamaan.

Perjalanan Ridho menuju tingkat nasional bahkan berawal dari keraguan. Saat masa pendaftaran hampir berakhir, seorang guru menghubunginya dan menawarkan kesempatan mengikuti kompetisi tersebut. Namun, karena sudah duduk di kelas XII, ia sempat mempertimbangkan kembali keputusannya.

Dorongan dari guru akhirnya membuat Ridho memberanikan diri untuk mencoba. Keputusan itu berbuah hasil setelah ia berhasil melewati seleksi tingkat Kota Kendari, kemudian melaju sebagai wakil daerah pada tahapan seleksi Provinsi Sultra.

Baca Juga :  Dua Tim SMAN 1 Kendari Dominasi Debat GenBI Gema 2026, Raih Juara 1 dan 3

Perjuangannya tidak sepenuhnya berjalan mulus. Saat seleksi tingkat provinsi, Ridho menghadapi kendala keterlambatan kedatangan sehingga waktu pengerjaan soal menjadi terbatas. Meski demikian, ia tetap mampu menyelesaikan tahapan seleksi dan mengamankan tiket menuju kompetisi nasional melalui cabang Fisika.

Dari enam peserta yang terpilih mewakili Sultra, Ridho menjadi satu-satunya siswa SMA negeri. Lima peserta lainnya berasal dari madrasah aliyah, terdiri atas empat perwakilan madrasah aliyah negeri dan satu madrasah aliyah swasta.

Bagi Ridho, keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga SMAN 1 Kendari. Pasalnya, OMI merupakan kompetisi yang baru pertama kali diikuti sekolahnya, tetapi langsung berhasil mengantarkan seorang siswa menjadi delegasi Sultra di tingkat nasional.

“ Tentu saya merasa luar biasa, bangga, dan senang karena bisa menjadi salah satu perwakilan dari sekolah negeri. Apalagi, kami harus bersaing dengan sekolah-sekolah yang memiliki latar belakang pembelajaran keagamaan, seperti pendalaman hadis, bahasa Arab, dan materi keislaman lainnya,” ungkap Ridho.

Baca Juga :  13 Siswi SMKN 4 Kendari Diduga Jadi Korban Pelecehan, Dikbud Sultra Turun Tangan

#Dukungan Sekolah dan Tantangan Nasional

Menghadapi persaingan tingkat nasional, Ridho tidak dibiarkan mempersiapkan diri sendiri. Pihak sekolah memberikan dukungan penuh, termasuk memfasilitasi bimbingan khusus dengan mendatangkan tentor privat yang pernah meraih medali emas dalam ajang OMI maupun Kompetisi Sains Madrasah (KSM).

Dukungan itu diwujudkan melalui kerja sama atau nota kesepahaman (MoU), dengan seluruh biaya bimbingan ditanggung sekolah. Ridho nantinya mengikuti pendampingan materi secara daring sebagai bekal menghadapi kompetisi nasional.

Menurut Ridho, tantangan di tingkat nasional akan berbeda dibandingkan seleksi sebelumnya. Pada seleksi provinsi, peserta mengerjakan 25 soal pilihan ganda berbasis analisis kasus. Bahkan, terdapat soal beserta pilihan jawaban yang menggunakan bahasa Arab.

Sementara pada tingkat nasional, peserta akan menghadapi 10 soal isian singkat dan lima soal esai yang harus diselesaikan dalam waktu 2 jam 30 menit.

Ia menyadari persaingan nasional tidak akan mudah, terutama jika materi yang diujikan banyak berkaitan dengan hadis, ayat Al-Qur’an, dan pengetahuan keagamaan. Namun, Ridho tetap melihat peluang untuk bersaing apabila soal yang diberikan lebih banyak menguji pengetahuan umum dan kemampuan akademik sesuai bidangnya.

Baca Juga :  SMKN 2 Konawe Gandeng TLC Sultra Tingkatkan Kompetensi Guru, Perkuat Mutu Pendidikan Vokasi

“Jika materi yang diujikan bersifat umum atau lebih luas, saya optimistis masih memiliki peluang untuk bersaing. Apalagi jika persiapan dilakukan secara maksimal melalui belajar dan bimbingan yang intensif,” ujarnya.

OMI Nasional 2026 dijadwalkan berlangsung di Jakarta Pusat pada 22–26 November 2026. Jadwal tersebut berubah dari rencana awal yang ditetapkan pada 8 November 2026. Kontingen Sultra dijadwalkan berangkat bersama pihak Kementerian Agama untuk mengikuti kompetisi tersebut.

Keberhasilan Ridho menembus tingkat nasional menjadi catatan tersendiri bagi SMAN 1 Kendari. Dari kesempatan yang nyaris dilewatkan karena keraguan di tengah kesibukan kelas XII, ia kini membawa nama sekolah dan Sultra untuk bersaing di panggung nasional.

Laporan: Ismu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *