TOLANOSULTRA.COM, KONSEL – Konawe Selatan (Konsel) menjadi daerah dengan jumlah penerima bantuan pangan terbesar di Sulawesi Tenggara (Sultra). Sebanyak 37.586 Penerima Bantuan Pangan (PBP) tercatat mendapat bantuan beras dalam program alokasi Juli-September 2026.
Kepala Kanwil Perum Bulog Sultra, Erdi Baskoro mengatakan, penyaluran bantuan di Konsel dilakukan secara bertahap sesuai jadwal. Besarnya jumlah penerima membuat Konsel menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam percepatan distribusi.
Setiap PBP memperoleh 30 kilogram beras untuk kebutuhan selama tiga bulan. Bantuan tersebut diberikan dengan alokasi 10 kilogram per bulan.
Secara keseluruhan, program bantuan pangan di Sultra menyasar 324.272 PBP yang tersebar di 17 kabupaten/kota. Total beras yang disiapkan Bulog mencapai 9.728.160 kilogram atau sekitar 9.728 ton.
Dari total alokasi tersebut, sebanyak 5.045.220 kilogram telah bergerak dari gudang Bulog menuju titik-titik distribusi. Angka itu setara sekitar 51,8 persen dari total bantuan yang harus disalurkan.
Namun, beras yang benar-benar telah diterima langsung oleh masyarakat baru mencapai 3.651.140 kilogram atau 37,53 persen. Menurut Erdi, perbedaan angka tersebut terjadi karena sebagian beras masih dalam proses distribusi dari titik penyaluran hingga sampai ke tangan penerima.
“Insya Allah target kami di akhir bulan tersalurkan semuanya 100 persen,” kata Erdi.
Untuk mengejar target tersebut, Bulog melakukan distribusi setiap hari berdasarkan jadwal yang telah disepakati. Penyaluran di Konsel dan daerah lainnya dilakukan secara bertahap agar seluruh penerima memperoleh haknya sesuai alokasi.
Penyaluran bantuan pangan sebelumnya juga dilakukan bersama anggota Komisi IV DPR RI di sejumlah wilayah, termasuk Landono dan Baruga. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan membantu memperlancar proses distribusi di lapangan.
Dengan jumlah penerima mencapai 37.586 orang, Konsel menjadi salah satu daerah penentu keberhasilan penuntasan program bantuan pangan Sultra. Bulog menargetkan seluruh distribusi rampung 100 persen pada akhir September 2026.(*)
Laporan: Ismu
