Daerah  

Hitela Wuna Cup II Resmi Bergulir, Mahasiswa Hidupkan Semangat “Doseisa Nokesa”

Hitela Wuna Cup II resmi digelar di Mubar. Turnamen mahasiswa dan pemuda Desa Wuna itu menjadi ruang kebersamaan sekaligus menghidupkan semangat Doseisa Nokesa. (Ismu/Tolanosultra.com)

TOLANOSULTRA.COM, MUBAR – Himpunan Ide Teladan Wuna (Hitela Wuna) resmi menggelar Hitela Wuna Cup II pada Kamis (13/8/2026) sebagai bagian dari rangkaian memeriahkan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia.

Turnamen yang digagas mahasiswa dan pemuda asal Desa Wuna itu sekaligus melanjutkan tradisi turnamen yang telah digelar pada periode kepengurusan Hitela Wuna sebelumnya setiap bulan Agustus.

Namun, Hitela Wuna Cup II tahun ini hadir dengan konsep yang lebih luas. Panitia tidak hanya mempertandingkan tim yang mewakili RT di Desa Wuna, tetapi juga membuka partisipasi sejumlah instansi yang berada di desa tersebut.

Ketua Umum (Ketum) Hitela Wuna, Anjas Asmara mengatakan, perubahan konsep itu menjadi salah satu pengalaman berharga bagi mahasiswa yang terlibat sebagai panitia. Untuk pertama kalinya, penyelenggara juga menyiapkan piala bergilir sebagai simbol keberlanjutan turnamen.

Baca Juga :  49 Pelajar Terpilih Jadi Paskibraka Sultra 2026, Berikut Daftar Namanya

“Di tahun ini, panitia mengadakan piala bergilir untuk pertama kalinya dan juga mengundang beberapa instansi yang ada di desa. Jadi peserta tidak hanya terbatas pada perwakilan antar-RT se-Desa Wuna. Hal ini menjadi suatu kehormatan sekaligus menambah semangat bagi kami sebagai pelaksana kegiatan,” ujar Anjas.

Di balik kemeriahan turnamen, panitia menghadapi tantangan dalam hal pembiayaan. Kondisi efisiensi anggaran sempat membuat pelaksanaan kegiatan berada di ujung keraguan. Namun, dukungan masyarakat dan pemerintah desa menjadi alasan bagi panitia untuk tetap melanjutkan kegiatan.

Antusiasme masyarakat menjadi energi tersendiri. Ratusan warga tetap memberikan dukungan dan mendorong agar turnamen tidak berhenti hanya karena keterbatasan anggaran.

“Kami panitia hampir patah semangat ketika dihadapkan dengan tantangan efisiensi anggaran. Saat itu, kecil kemungkinan kegiatan ini bisa dilanjutkan. Namun, antusias masyarakat yang terus memberikan semangat dan kerja sama pemerintah desa yang terus mencari solusi akhirnya membuat kegiatan ini bisa diselenggarakan,” ungkap Anjas.

Baca Juga :  Semarak HUT RI, Karang Taruna Anduonohu Bina Atlet Muda di Kejuaraan Antar RW

Meski digelar dengan keterbatasan, Hitela Wuna Cup II justru menjadi ruang bertemunya berbagai elemen masyarakat. Mahasiswa, pemuda, pemerintah desa, instansi dan masyarakat ikut mengambil peran dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Bagi Hitela Wuna, keterlibatan berbagai pihak menjadi bukti nyata semangat “Doseisa Nokesa” yang menjadi slogan paguyuban. Semangat tersebut diterjemahkan dalam bentuk kebersamaan dan kepedulian untuk membangun serta menjaga hubungan antarelemen masyarakat Desa Wuna.

Anjas menilai pengalaman dalam menyelenggarakan turnamen tersebut memberikan pelajaran penting bagi mahasiswa dan generasi muda Desa Wuna. Pasalnya, tantangan dalam kegiatan pengabdian tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti.

Baca Juga :  Tanam Bibit Baru, AMI Libatkan Pelajar dan Warga Jaga Kelestarian Jeruk Siompu

“Ini menjadi pelajaran penting bagi para mahasiswa, termasuk generasi penerus di Desa Wuna. Dalam melakukan pengabdian, jangan stagnan pada sebuah tantangan, tetapi terus maju melihat peluang dan merawat sinergi dengan orang-orang di sekitar untuk mencapai tujuan,” katanya.

Melalui Hitela Wuna Cup II, mahasiswa tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga untuk memeriahkan kemerdekaan. Mereka juga mencoba membuktikan bahwa keterbatasan dapat dihadapi ketika seluruh elemen masyarakat bersedia bergerak bersama.

Semangat tersebut sekaligus menjadi pesan utama yang ingin terus dirawat Hitela Wuna: “Doseisa Nokesa” — bersama dalam semangat kebersamaan untuk menjaga persatuan dan membangun Desa Wuna.(*)

Laporan: Ismu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *